Carrefour dimulai pada tahun 1959, setelah pertemuan antara Marcel Fournier, pemilik toko barang baru di Annecy, dan keluarga Badin-Defforey, seorang pedagang grosir makanan di Lagnieu (l'Ain). Toko semi ini dibuka di persimpangan Avenue Parmelan dan Avenue André Theuriet di Annecy pada bulan Juni 1960.
Gerai pertama Carrefour didirikan di Cempaka Putih pada bulan Oktober tahun 1998. Di Indonesia, Carrefour juga mengusung konsep hipermarket yang menyediakan alternatif belanja baru, bagi pelanggan di Indonesia. Konsep tersebut dinamakan "One-Stop Shopping", dengan pilihan produk yang beragam, lengkap, harga murah, dan pelayanan yang baik melebihi ekspektasi harapan pelanggan.
Transformasi Carrefour menjadi "Super Center" dimulai dengan pembukaan gerai Transmart Carrefour pertama di Tangerang pada 20 Juni 2014. Gerai yang juga merupakan Transmart perdana di Indonesia ini menggunakan lokasi bekas Carrefour dan menargetkan pasar menengah ke atas melalui perpaduan antara belanja (hypermarket dan fashion), hiburan, serta kuliner.
CT Corp berhasil menguasai penuh PT Carrefour Indonesia pada November 2012 setelah membeli sisa 60% saham senilai US$ 750 juta dari Carrefour SA. Sebelumnya, langkah ini diawali pada 2010 saat anak usaha CT Corp, PT Trans Retail, mengakuisisi 40% saham. Dengan kepemilikan 100% ini, Carrefour beralih menjadi milik Indonesia sepenuhnya di bawah CT Corp dan selanjutnya diubah menjadi Transmart.
Pada tahun 2019, Transmart melakukan rebranding dengan mengubah nama dan logo dari “Transmart Carrefour” menjadi “Transmart”. Perubahan ini menandai fase lanjutan transformasi identitas merek, sekaligus mempertegas positioning Transmart sebagai ritel modern nasional yang berdiri dengan brand sendiri tanpa lagi menggunakan nama Carrefour.